Blogroll

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Sabtu, 03 Desember 2016

WASPADA DIABETES MELITUS



Image result for KENALI DIABETES MELITUS
Pendahuluan 
Diabetes Melitus (DM) adalah kelainan metabolisme karbohidrat, di mana glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik, sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia. 1,2 DM merupakan kelainan endokrin yang terbanyak dijumpai.3 Penderita DM mempunyai risiko untuk menderita komplikasi yang spesifik akibat perjalanan penyakit ini, yaitu retinopati (bisa menyebabkan kebutaan), gagal ginjal, neuropati, aterosklerosis (bisa menyebabkan stroke), gangren, dan penyakit arteria koronaria (Coronary artery disease).1,2,3

Prevalensi DM sulit ditentukan karena standar penetapan diagnosisnya berbeda-beda. Berdasarkan kriteria American Diabetes Association (ADA), sekitar 10,2 juta orang di Amerika Serikat (AS) menderita DM dan yang tidak terdiagnosis sekitar 5,4 juta. Dengan demikian, diperkirakan lebih dari 15 juta orang di AS menderita DM. Sementara itu, di Indonesia prevalensi DM sebesar 1,5-2,3% penduduk usia >15 tahun, bahkan di daerah Manado prevalensi DM sebesar 6,1%.4

Pemeriksaan laboratorium bagi penderita DM diperlukan untuk menegakkan diagnosis serta memonitor Tx dan timbulnya komplikasi spesifik akibat penyakit. Dengan demikian, perkembangan penyakit bisa dimonitor dan dapat mencegah komplikasi.1,5,6 Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui jenis pemeriksaan pada penderita DM.

Klasifikasi dan Patogenesis Diabetes Melitus 
DM adalah kelainan endokrin yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah.1,2,3 Menurut anjuran PERKENI yang sesuai dengan anjuran ADA 1997, DM bisa diklasifikasikan secara etiologi menjadi diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes dalam kehamilan, dan diabetes tipe lain.2,3,4

Diabetes Tipe 1 
DM tipe 1 atau yang dulu dikenal dengan nama Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM), terjadi karena kerusakan sel b pankreas (reaksi autoimun). Bila kerusakan sel beta telah mencapai 80–90% maka gejala DM mulai muncul. Perusakan sel beta ini lebih cepat terjadi pada anak-anak daripada dewasa.2,3 Sebagian besar penderita DM tipe 1 mempunyai antibodi yang menunjukkan adanya proses autoimun, dan sebagian kecil tidak terjadi proses autoimun. Kondisi ini digolongkan sebagai type 1 idiopathic. Sebagian besar (75%) kasus terjadi sebelum usia 30 tahun, tetapi usia tidak termasuk kriteria untuk klasifikasi.2

Diabetes Tipe 2
DM tipe 2 merupakan 90% dari kaaus DM yang dulu dikenal sebagai non insulin dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Pada diabetes ini terjadi penurunan kemampuan insulin bekerja di jaringan perifer (insulin resistance) dan disfungsi sel beta. Akibatnya, pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengkompensasi insulin resistance. Kedua hal ini menyebabkan terjadinya defisiensi insulin relatif.2,3 Gejala minimal dan kegemukan sering berhubungan dengan kondisi ini, yang umumnya terjadi pada usia > 40 tahun. Kadar insulin bisa normal, rendah, maupun tinggi, sehingga penderita tidak tergantung pada pemberian insulin.2

DM Dalam Kehamilan 
DM dan kehamilan (Gestational Diabetes Mellitus – GDM) adalah kehamilan normal yang disertai dengan peningkatan insulin resistance (ibu hamil gagal mempertahankan euglycemia). Faktor risiko GDM: riwayat keluarga DM, kegemukan, dan glikosuria. GDM ini meningkatkan morbiditas neonatus, misalnya hipoglikemia, ikterus, polisitemia, dan makrosomia. Hal ini terjadi karena bayi dari ibu GDM mensekresi insulin lebih besar sehingga merangsang pertumbuhan bayi dan makrosomia. Frekuensi GDM kira-kira 3–5% dan para ibu tersebut meningkat risikonya untuk menjadi DM di masa mendatang.2

Diabetes Tipe Lain 
Subkelas DM di mana individu mengalami hiperglikemia akibat kelainan spesifik (kelainan genetik fungsi sel beta), endokrinopati (penyakit Cushing’s, akromegali), penggunaan obat yang mengganggu fungsi sel beta (dilantin), penggunaan obat yang mengganggu kerja insulin (b-adrenergik), dan infeksi/sindroma genetik (Down’s, Klinefelter’s).2
KLIK DISINI ! 
    

Senin, 07 November 2016

MANFAAT PAPSMEAR BAGI PEREMPUAN

MANFAAT PAPSMEAR BAGI PEREMPUAN





Para ilmuwan Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Maryland, telah memperluas fungsi tes papsmear untuk mencari kelainan genetik yang berhubungan dengan kanker ovarium atau indung telur dan kanker endometrium atau lapisan dinding rahim. Di Amerika, kedua kanker itu didiagnosis pada sekitar 70.000 perempuan setiap tahun, dan tumor itu membunuh sekitar sepertiga dari mereka. Ia berharap satu waktu nanti tes rutin papsmear digunakan untuk mendeteksi ketiga jenis kanker yang menyerang kaum perempuan itu. "Itulah impian sejak awal. Kami tahu itu tujuannya. Dari sudut pandang pasien, dan dokter ginekologi, tidak ada yang berubah. Itu adalah papsmear rutin dan pada dasarnya hanya kotak lain yang dipilih jika Anda ingin menemukan kanker endometrium dan ovarium," paparnya.




1. Manfaat Pap Smear secara rinci dapat dijabarkan sebagai berikut (Manuaba, 2005):
  • a. Diagnosis dini keganasan
  • Pap Smear berguna dalam mendeteksi dini kanker serviks, kanker korpus endometrium, keganasan tuba fallopi, dan mungkin keganasan ovarium.
  • b. Perawatan ikutan dari keganasan
  • Pap Smear berguna sebagai perawatan ikutan setelah operasi dan setelah mendapat kemoterapi dan radiasai.
  • c. Interpretasi hormonal wanita
  • Pap Smear bertujuan untuk mengikuti siklus menstruasi dengan ovulasi atau tanpa ovulasi, menentukan maturitas kehamilan, dan menentukan kemungkunan keguguran pada hamil muda.
  • d. Menentukan proses peradangan

Pap Smear berguna untuk menentukan proses peradangan pada berbagai infeksi bakteri dan jamur.

2. prosedur pemeriksaan Pap Smear adalah:

    

Kamis, 01 September 2016

KEGIATAN LABKESDA LUMAJANG

KEGIATAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR
LABKESDA LUMAJANG


 KEGIATAN
  • PEMBUKAAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI LABKESDA 

DOC.LABKESDA LUMAJANG
  • SAMBUTAN KEPALA LABKESDA 


DOC. LABKESDA LUMAJANG

  • PENYULUHAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR 
  1. BAHAYA KANKER SERVIKS
  2. MANFAAT PAP SMEAR BAGI PEREMPUAN
  3. TUJUAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR BAGI PEREMPUAN
  4. DAN PENJELASAN BAGI PENGGUNA KARTU BPJS, JAMKESMAS, ASKES DAN KIS.

DOC. LABKESDA LUMAJANG

  • RUANG PEMERIKSAAN DAN PASIEN PAP SMEAR PERTAMA DI LABKESDA LUMAJANG
    

Minggu, 22 Mei 2016

IKAN BUNTAL (PUFFER FISH), IKAN NIKMAT YANG BERACUN



IKAN BUNTAL (PUFFER FISH), IKAN NIKMAT YANG BERACUN
Oleh dr. Imannurdin Abdillah (Kepala LABKESDA Lumajang)


 
dr. IMANNURDIN ABDILLAH (KEPALA LABKESDA LUMAJANG)



IKAN BUNTAL

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah pangan, karena itu kebutuhan
tersebut harus dapat dikonsumsi secara aman. Namun demikian ternyata beberapa sumber bahan pangan juga dapat menjadi sumber petaka bagi manusia, karena pangan juga merupakan salah satu jalur utama yang berpotensi menimbulkan masalah serius jika mengandung racun akibat cemaran mikroba, bahan kimia, bahan berbahaya dan racun alami yang memang terdapat dalam pangan tersebut.
Salah satu hewan yang diminati karena kelezatannya dan banyak diberitakanadalah ikan buntal (puffer fish). Mungkin banyak orang Indonesia belum
akrab dengan ikan buntal, namun ikan buntal sangat digemari di Jepang, dikenal sebagai ikan Fugu, konon kelezatannya mengalahkan kelezatan ikan lainnya. Tidak semua orang dapat menyajikan ikan ini secara aman, hanya seorang koki yang terlatih dan “bersertifikat”lah yang tahu bagaimana menyiapkan dan memasak ikan ini dengan benar. Cara penyiapan yang salah dapat menyebabkan keracunan yang fatal.
Ikan buntal adalah anggota dari ordo Tetraodontiformes. Ikan ini banyak ditemukan di perairan Indo-Pasifik. Nama tetraodontiformes berasal dari morfologi gigi ikan ini, yaitu memiliki dua gigi besar pada rahang atas dan bawahnya yang cukup tajam. Dalam keadaan tenang ikan ini tampak layaknya ikan lain. Namun dalam keadaan terancam tubuhnya akan mengembang hingga 3 kali lipat normal dan diliputi oleh “duri” yang dapat menakuti predatornya.

Apa Yang Terjadi Pada Keracunan Ikan Buntal?
    

Minggu, 06 Maret 2016

KANKER SERVIKS

Salam sejahtera untuk kita semua, salam kasih untuk seluruh
cewek yang terkasih.
Hai, para cewek yang berbahagia, tentunya kebahagiaan itu tidak
ingin terenggut dari kita.
Kita tahu salah satu penyakit yang banyak menyerang kaum hawa
adalah kanker, terutama
kanker serviks, tentunya setiap wanita didunia ini tidak ingin salah
satu penyakit berbahaya ini ada pada dirinya.
Adapun penularannya melalui ;
1. Hubungan seksual.
2. Berganti-ganti pasangan seksual
3. Melalui infeksi menular seksual (IMS)
4. Menular walau tidak terjadi hubungan seksual

Faktor-faktor pendukung timbulnya kanker serviks yaitu ;
    

PROFIL LABKESDA LUMAJANG

 Laboratorium Kesehatan Daerah Lumajang terdiri dari Laboratorium Klinik dan Laboratorium Lingkungan yang sejak tahun 2003 turut serta dan berperan aktif dalam pelayanan kesehatan di Kota Lumajang.
Dalam kurun waktu tersebut kami selalu berusaha meningkatkan kualitas Laboratorium dan selalu berusaha memberikan kualitas pelayanan yang dapat memenuhi permintaan para dokter dan pengguna jasa laboratorium lainnya. Alat-alat di Laboratorium Kesehatan Daerah Lumajang semuanya sudah full automatic, sehingga kesalahan dari faktor manusia dapat dihindari.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, diharapkan masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya secara dini sebelum timbulnya gejala penyakit, sehingga biaya pengobatan pun dapat dihemat. Oleh karena itu, waspadai kesehatan diri Anda sedini mungkin.



DOK. LABKESDA LUMAJANG